5 Cara Menghilangkan Malware di HP Tanpa & Dengan Aplikasi

Pop up iklan yang tiba-tiba muncul saat sedang memainkan handphone tentu sangat mengganggu. Hal tersebut bisa saja terjadi karena handphone terinfeksi malware. Jika hal ini terjadi di HP Anda, gunakan cara menghilangkan malware di HP yang mudah agar tidak membuat kesal dan berbahaya.

Selain mengganggu karena iklan yang muncul secara tiba-tiba, handphone yang terkena malware juga bisa mencuri data-data penting yang Anda miliki. Untuk mengurangi rasa khawatir terhadap keamanan ponsel Anda, cobalah beberapa cara ini.

Cara Menghilangkan Malware di HP Tanpa Aplikasi

Anda bisa menggunakan aplikasi antivirus untuk menghilangkan malware. Namun, kondisi malware yang sangat parah justru akan memblok aktivitas dari antivirus tersebut, bahkan bisa menghapusnya. Anda bisa mengikuti cara menghilangkan malware ini secara manual dengan mengikuti langkah berikut ini.

  • Tekan dan tahan tombol power sedikit lebih lama.
  • Pada beberapa handphone akan muncul pilihan, seperti shutdown, restart, emergency mode, dan safe mode. Jika tak muncul pilihan safe mode, klik dan tahan pop up pada layar hingga muncul pertanyaan untuk masuk mode aman, lalu klik OK.
  • Jika pop up juga tak kunjung muncul, mungkin malware telah memblokirnya. Tak perlu khawatir, Anda bisa melakukan hard reset pada perangkat handphone. Namun, setiap handphone memiliki cara hard reset yang berbeda-beda. Ada yang menekan tombol volume atas dan bawah secara bersamaan saat melakukan booting. Ada pula yang hanya menekan tombol power dan menunggu selama 10 detik.

Jika-pop-up-juga-tak-kunjung-muncul-mungkin-malware-telah

  • Pastikan Anda sudah berada pada safe mode. Dengan menyalakan safe mode, itu berarti hanya aplikasi bawaan pabrik pada handphone yang aktif.
  • Hapus aplikasi aneh dan mencurigakan. Anda dapat mencarinya dengan klik menu Pengaturan > Aplikasi > Download.

Hapus-aplikasi-aneh-dan-mencurigakan.-Anda-dapat-mencarinya-dengan-klik-menu-Pengaturan-Aplikasi-Download

  • Jika proses uninstall gagal, klik Pengaturan > Keamanan > Administrator Perangkat. Hal itu terjadi karena aplikasi telah terdaftar sebagai administrator.
  • Hilangkan tanda administrator di sisi sampingnya. Kemudian nyalakan ulang handphone dan masuk ke mode biasa. Umumnya, handphone akan kembali normal.

Cara Menghapus Malware pada Google Chrome di HP

Pernahkah Anda sulit menutup sebuah pop up atau iklan pada Google Chrome? Atau muncul peringatan virus? Jika Anda mengalami hal tersebut, lakukanlah cara menghilangkan malware di HP pada Google Chrome.

Salah satu pengaturan di Google Chrome dapat membantu Anda menghilangkan iklan atau malware secara sederhana tanpa harus melakukan root. Penasaran? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Buka Google Chrome di handphone Anda
  2. Klik ikon titik tiga di kanan atas, kemudian pilih menu pengaturan atau settings
  3. Klik site settings

Klik-site-settings

  1. Aktifkan fitur blokir iklan pop up secara otomatis dengan klik Pop-ups and redirects
  2. Blokir iklan di beberapa situs dengan klik Ads
  3. Atau pilih notifications hingga berubah menjadi blocked untuk memblokir iklan atau malware.

Pengertian Malware

Pengertian-Malware

Setelah mengetahui cara menghilangkan malware, kini saatnya Anda pahami lebih lanjut tentang seluk beluk malware. Malware berasal dari singkatan malicious (berbahaya) dan software (perangkat lunak). Tanpa sepengetahuan penggunanya, malware bisa merusak jaringan, sistem perangkat, atau server.

Umumnya, malware menyusup melalui file yang diunduh dari sebuah situs atau browser. Malware dapat menyerang siapa saja, mulai dari perusahaan besar, lembaga pemerintahan, situs terkenal, hingga pengguna internet biasa.

Jenis-Jenis Malware

Ada beberapa jenis malware yang umum menyusup ke dalam handphone. Mulai dari virus, worm, virus trojan, spyware, ransomware, adware, dan botnet.

1. Virus

Virus

Biasanya, virus akan menempel dengan file atau dokumen. Virus tidak akan aktif hingga file atau dokumen yang telah diunduh dibuka dan digunakan. Virus bertujuan untuk mengganggu sistem pada perangkat pengguna.

Hal tersebut tentu mengakibatkan masalah operasional yang signifikan, bahkan pengguna dapat kehilangan data-data penting.

2. Spyware

Spyware

Salah satu jenis malware ini bertujuan untuk masuk ke dalam perangkat, mengumpulkan data-data pengguna, lalu mengirimkannya ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengguna.

Segala bentuk aktivitas pada perangkat dapat dicatat oleh malware jenis ini, seperti data pribadi sampai detail history internet, kata sandi, dan kartu kredit.

3. Adware

Adware

Biasanya, adware muncul dalam bentuk iklan berkedip atau pop up ketika pengguna sedang melakukan suatu tindakan. Adware yang bersifat agresif dapat merusak keamanan perangkat, sementara adware yang bersifat invasif sangatlah mengganggu.

Selain 3 jenis malware di atas, masih banyak lagi malware yang dapat merusak perangkat handphone dan merugikan pengguna.

Ciri-ciri Handphone yang Terkena Malware

Ada beberapa ciri atau tanda jika handphone Anda terkena malware. Jika handphone Anda mengalami salah satu tanda berikut, mungkin saja handphone sudah terinfeksi malware.

1. Handphone Mudah Panas

Handphone-Mudah-Panas

Adanya aplikasi yang berjalan tanpa persetujuan membuat handphone panas karena resource yang terpakai secara terus menerus.

2. Loading Terlalu Lama

Loading-Terlalu-Lama

Salah satu ciri handphone yang terkena malware adalah proses loading yang lama alias lemot, meskipun sedang membuka aplikasi yang ringan sekalipun.

3. Muncul Pop Up Tiba-Tiba

Muncul-Pop-Up-Tiba-Tiba

Ketika sedang bermain game, membuka aplikasi, atau handphone dalam keadaan diam, akan muncul iklan atau pop up yang tidak diinginkan secara tiba-tiba.

4. Baterai Cepat Habis

Baterai-Cepat-Habis

Kapasitas baterai akan lebih cepat habis. Selain itu, pulsa dan kuota internet juga terlihat sangat boros karena tersedot secara tidak normal.

5. Sinyal Tidak Lancar

Sinyal-Tidak-Lancar

Sinyal mengalami putus-putus saat sedang melakukan panggilan, meskipun jaringan penuh.

Penyebab Munculnya Malware di HP

Penyebab-Munculnya-Malware-di-HP

Malware dapat muncul di HP dengan berbagai cara. Setidaknya, ada beberapa cara umum yang membuat malware mudah menyusup ke handphone Anda.

  1. Mendownload file dari sebuah situs. Umumnya, file yang sifatnya gratis,
  2. Menggunakan aplikasi di luar dari Google Play Store.
  3. Mendapat tautan melalui email atau apps lain dan langsung mengkliknya.
  4. Terhubung dengan hotspot atau WiFi publik.

Jika Anda pernah melakukan beberapa hal di atas dan mengalami masalah yang telah disebutkan sebelumnya, mungkin malware telah menyusup handphone Anda.

Cara Mendeteksi Malware di HP

Untuk mendeteksi keberadaan malware dan adware di handphone, Anda bisa memasang antivirus. Anda bisa mengikuti cara berikut untuk mengatasi iklan yang kerap muncul di atas aplikasi. Terlebih jika handphone yang Anda gunakan adalah Android 7.0 Marshmallow.

1. Klik Apps for Draw

Klik-Apps-for-Draw

Buka pengaturan, pilih Apps for Draw. Di sini, Anda bisa menemukan aplikasi apa saja yang mempunyai izin untuk berjalan di atas aplikasi lain.

2. Ada Aplikasi Mencurigakan

Ada-Aplikasi-Mencurigakan

Setelah itu, jangan berikan izin aplikasi tersebut untuk berjalan di aplikasi lain. Bahkan Anda juga bisa langsung menghapusnya.

Cara Mencegah Malware Masuk ke Handphone

Cara-Mencegah-Malware-Masuk-ke-Handphone

Istilah “lebih baik mencegah daripada mengobati” sepertinya juga cocok untuk kesehatan handphone Anda. Sebaiknya, Anda menghindari terkena malware daripada harus mencari tahu cara menghilangkan malware di HP. Berikut beberapa cara mencegah malware masuk ke handphone.

  • Biasakan untuk tidak mendownload sesuatu dari situs berbahaya atau tidak aman. Bukalah situs yang aman agar terhindar dari malware. Ciri-ciri situs yang aman adalah menggunakan https:// atau http:// di bagian alamat hingga terdapat ikon gembokberwarna hijau di sisi kiri URL.
  • Hindari mendownload atau memasang aplikasi selain dari Google Playstore. Anda bisa menonaktifkan pilihan “Izinkan memasang aplikasi pihak yang tidak diketahui (unknown sources)” di pengaturan.
  • Ketika Anda mendapatkan link atau pesan berisi tautan, jangan langsung mengkliknya. Jika pesan tersebut dikirim berulang kali dan seperti spam, Anda bisa memblokirnya. Biasanya, link atau tautan berasal dari pesan singkat, email, aplikasi lainnya.
  • Nyalakan antivirus pada handphone ketika sedang terhubung dengan jaringan publik. Hal ini untuk mendeteksi sesuatu yang mencoba masuk melalui backdoor.

Aplikasi Antimalware Lindungi Handphone

Adanya aplikasi antivirus atau antimalware dapat membantu melindungi handphone dari masuknya malware, terjebak situs palsu, dan sebagainya. Gunakanlah aplikasi antivirus atau antimalware berikut agar handphone terhindar dari malware.

1. McAfee Mobile Security

McAfee-Mobile-Security

Keunggulan aplikasi ini adalah mampu mendeteksi aplikasi lain yang ingin membocorkan informasi penting. McAfee Mobile Security ini bisa membantu Anda memblokir akses ke situs web yang dianggap berbahaya.

Bahkan bisa juga memblokir telepon atau SMS dari nomor tertentu sehingga handphone terlindungi dari malware. Selain itu, aplikasi ini juga dapat mengambil gambar ketika perangkat Android dicuri. Anda dapat melihat siapa yang mencuri melalui gambar yang diambil.

Dengan berbagai kelebihan yang ada, McAfee Mobile Security juga memiliki kekurangan, seperti adanya iklan dan membuat baterai cepat habis.

2. AVG

AVG

Berbeda dari sebelumnya, aplikasi ini memiliki berbagai fitur yang lebih lengkap dan tak dimiliki oleh aplikasi antivirus lainnya. Selain mencegah malware, AVG dapat menangkap keamanan jaringan WiFi dan mengetes kecepatan WiFi.

AVG juga memiliki fitur melacak jika handphone Anda dicuri. Dengan bantuan Google Maps, Anda akan mengetahui handphone yang hilang. Selain itu, Anda dapat mengunci perangkat meski dari jarak jauh dan handphone bisa mengeluarkan suara sirine agar keberadaannya mudah ditemukan.

Meski terdapat banyak fitur yang tersedia di aplikasi antivirus ini, namun iklan hampir memenuhi layar pada aplikasi ini.

3. Eset Mobile

Eset-Mobile

Aplikasi ini mampu memindai malware agar tak menyusup ke handphone Anda. Selain itu, Eset Mobile juga bisa mendeteksi situs phising yang kerap digunakan untuk mencuri data pribadi, seperti nomor rekening, alamat email, password, dan kartu kredit.

Biasanya, situs ini digunakan untuk menipu seseorang. Sebuah nomor akan menghubungi mereka dan mengiming-imingi berbagai macam hadiah, seperti uang hingga jutaan rupiah. Namun, Anda harus mengirimkan uang dalam jumlah tertentu sebelum mendapatkannya.

Aplikasi ini juga akan memberikan peringatan jika Anda masuk ke sebuah situs palsu atau berbahaya. Nah, untuk mendapatkan berbagai fitur unggulan tersebut, Anda bisa mencoba versi gratisnya selama satu bulan.

4. Bitfinder Antivirus Free

Bitfinder-Antivirus-Free

Berbagai malware, seperti spyware, virus, dan ransomware dapat diatasi oleh aplikasi yang satu ini. Kelebihan dari Bitfinder ini adalah tidak menguras baterai saat menggunakannya, tidak ada iklan, dan tak perlu konfigurasi tambahan.

Selain itu, Anda dapat menikmati berbagai fitur tambahan yang berbayar, seperti terhindar dari pencurian data saat sedang membuka browser, mengamankan data, dan masih banyak lagi.

5. Kaspersky Mobile Antivirus

Kaspersky-Mobile-Antivirus

Menurut pengujian AV-Test pada tahun 2017, sekitar 99,9 persen malware berhasil diblokir oleh Kaspersky Mobile Antivirus. Aplikasi ini juga mampu memblokir nomor dan situs berbahaya yang akan merusak perangkat handphone Anda.

Namun, fitur untuk menyaring situs berbahaya pada Kaspersky Mobile Antivirus ini hanya berlaku untuk Google Chrome. Selain itu, aplikasi tidak otomatis terpindai jika menggunakan versi gratis.

Meski tidak terlihat, nyatanya berbagai jenis malware ini cukup berbahaya bagi handphone Anda. Terlebih bagi Anda yang menyimpan berbagai data penting. Misalnya seperti rekening bank, akun-akun penting, atau yang lainnya.

 

Lihat Juga :